Waras ku Terkoyak
oleh: Van Bora Simatupang
Setengah berlari kubawa kaki melangkah
Menapaki jalanan terjal dengan jurang disisi kiri
Tanpa alas, bertelanjang kaki kutembus pekatnya malam
Tanpa suara, hanya sunyi yang mencekam
Sejenak aku berhenti
Menoleh kebawah, telapak yang berdarah
Goresan kerikil kecil bermata tajam
Tak lagi terasa perih, aku mati rasa
Kulirik jurang disampingku
Andai kujatuhkan diri ini kesana,
Kan apa yang terjadi esok?
Akhir hidup bahagia atau penantian nestapa neraka
Aku lelah. Sangat!
Menimbang nimbang memilih jalan yang mana
Mahkluk kecil diperut seakan mengerti
Dia bergerak, menggelitik didalam sana
Ada haru yang menyeruak
Juga pedih menusuk kalbu
Ah, peduli apa aku kata orang
Janin ini punya nyawa
Dia berhak tumbuh dan melihat dunia
Ayo pulang nak,
Kan ku besarkan kau meski dibalut lara
Kelak kan ku perdengarkan cerita
Tentangmu yang kubekali miliaran do'a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar