Irish Angelica..
Bukan satu atau dua hal lagi yang kulakukan untuk memperjuangkannya agar tetap tumbuh dan berkembang dirahimku.. Berlaksa upaya kuusahakan mempertahankannya, kisah tentang hadirnya sejak awalnya pun kan tetap jadi cerita, yang rasanya sungguh nano-nano. Berpadu antara luka yang tertancap begitu dalam juga rasa senang dan harapan akan penantian satu nyawa baru yang tengah bertumbuh.
Bahagia sekali rasanya merasakan tendangan kecilnya didalam perutku, karna dengan begitu aku tau bahwa dia tumbuh sehat didalam sana. Dan melihat wajahnya tuk pertama kalinya adalah perasaan yang terrrrr indah selama hampir 27 tahun aku hidup didunia ini..
Sudah kujanjikan dalam diri, dia tak akan merasakan sedihnya lahir tanpa ayah, sejak awal pun sudah kulakukan yang terbaik untuknya, dan akan tetap seperti itu sampai akhir. Meski ayahnya tak tau apapun tentangnya, aku berharap dia tumbuh menjadi anak yang berani menghadapi kejamnya dunia ini.
Kutau tak sedikit orang yang mencibir, dan mungkin bakal banyak yg mengataiku kalau aku bilang tak ada penyesalan dihatiku telah mengandungnya. Tapi begitulah kenyataannya, bukan rasa sesal, namun rasa syukur yang tak terbatas lah yang kurasakan.
Aku tak dendam pada lelaki dengan otak tapi tanpa hati itu, tapi ku memilih melupakan, dan justru malah harus berterimakasih, toh dengan adanya kisah itu aku jadi punya Irish, bayi kecil cantik bermata sipit simurah senyum. Entah mengapa dia mirip sekali dengan ayahnya, tak satupun dariku yang mirip dengannya, ahhh, mungkin cuma hidung peseknya yang mirip. Ha ha ha
Terlepas dari semua rasa sakit, pikiran juga raga yang lelah, hingga materi yang terkuras habis, tetap saja tak ada tandingannya dengan lahirnya malaikat kecilku ini.
Irish Angelica, boru panggoaranku, kau yang pertama kali menyematkan gelar "Ibu" padaku. Mungkin bunda tak mampu jadi ibu yang sempurna, tapi bunda akan selalu belajar jadi ibu yang terbaik untukmu.
Tumbuhlah dengan sehat boru hasian. Doa bunda tak pernah putus untukmu tondi-tondikku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar