Rasa, Asa, bak Rekayasa
Oleh: Van Bora Simatupang
Pipi bersemu merah
Kata manis terlontar, tanpa pernah marah
Bagai sepasang sepatu yang selalu searah
Namun pupus berujung pasrah
Kupikir cinta sejati
Ternyata beri belati
Kasihnya hanya setengah hati
Luluh lantak, porak poranda, namun dirinya tanpa empati
Tergerogoti asa ku
Dilucuti fakta yang mendentum tanpa babibu
Rasaku menguap, terbang dan mengabu
Menghilang diantara langit merah jambu
Kini kuingin lupa ingatan
Membuang segala pikir irasional
Kata mereka cinta tak mudah berhenti
Dusta! Aku bahkan tak perlu berusaha
Pergilah! Bukan hanya sejauh ku memandang
Juga dari dalam sini, yang kusebut hati
Meski hanya sekedar benci, tak perlu lagi
Atas izin semesta, ikhlasku kuamini