Saat Bulan terangi Malam yang Sunyi'
Disini aku sendiri....
Berdamai dengan Hati.....
Musnahkan semua pedih yang Menyakiti'
dia tak tau betapa Sulitnya saat itu'
dia tak mengerti tentang Pedih ku kala itu'
dia tak perhatikan Kesesakan ku waktu itu'
dia tak pahami betapa Tersiksanya aku masa itu'
Bahkan dengan Sadis bertahan dengan Ego itu'
Ketahuilah, bahwa saat itu ku pakai beribu cara...
'tuk lupakan semua tentang nya..
'tuk tak menangis lagi karna dirinya..
'tuk menghapus semua kenangan bersamanya..
'tuk mampu berdiri tegar tanpa hadirnya..
Dan kini harus kuakui...
Bekas luka itu mulai terobati'
Perih itu tak sesakit dulu lagi'
Jejak bayangnya perlahan menjauh pergi'
Akhirnya, bahagia itu pun menepi'
Hei kamu.. Pria dengan selaksa cerita
Hadir dan Membawa sejuta Warna
Melukis ribuan indah dalam Jiwa
Mengukir sebuah kisah di Panggung Sandiwara
Tahukah kamu.. Damai kini yang kurasa
Jangan lagi kau tanyakan tanya mu itu,
"Akankah berakhir sampai disini?"
"Apakah hanya sesemu itu?"
Jangan biarkan hatimu meragu..
Pahamilah.. Bukan itu maksudku..
Ternyata memang benar............
Untuk apa mencari seorang yang Sempurna
Jika yang sederhana mampu membuatmu Bahagia
Tak perlu memaksakan kisah kita'
Bagai Drama Korea'
atau
Sinema India'
Cukup sederhana saja..
Tapi "Sejuta Makna"
Tak selalu harus Diucapkan
Dengan milyaran Ungkapan Cinta
Kalau kau benar Mencintainya,
Cukup beri dia satu hal saja..
Yaitu .. "Kasih yg Sempurna"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar